Mengacu pada data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas turut mengalami ekspansi.
Beberapa di antaranya meliputi produk lemak serta minyak hewan/nabati yang terkerek 7,95 persen, mesin dan alat mekanis tumbuh 9,26 persen, mesin serta perlengkapan elektrik naik 4,9 persen, hingga ragam produk kimia yang melesat 12,27 persen.
Pada sisi impor, lonjakan signifikan terlihat pada komoditas mesin dan peralatannmekanis yang mencapai 22,1 persen, mesin dan perlengkapan elektrik sebesar 17,91 persen, instrumen optik sebanyak 20,8 persen, serta berbagai produk kimia yang melonjak hingga 36,31 persen.
Muchtasyar menambahkan bahwa pertumbuhan arus peti kemas ini juga terlihat nyata di beberapa gerbang pelabuhan utama nasional yang melayani perdagangan luar negeri, seperti Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, serta Tanjung Perak di Surabaya.
"Aktivitas bongkar muat di pelabuhan-pelabuhan utama tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok dan distribusi perdagangan nasional tetap aktif," tuturnya.