AALI
9825
ABBA
290
ABDA
6525
ABMM
1380
ACES
1345
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3520
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
196
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1360
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
800
AKSI
805
ALDO
1345
ALKA
312
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.20
-0.47%
-2.36
IHSG
6610.36
-0.06%
-3.70
LQ45
940.97
-0.41%
-3.85
HSI
23985.05
-0.53%
-127.73
N225
27442.59
-2.88%
-814.66
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Pelita Disebut-sebut Akan Gantikan Garuda (GIAA), Ini Penjelasan Wamen BUMN

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 10 November 2021 07:30 WIB
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, meluruskan kabar opsi pailit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan akan digantikan dengan PT Pelita Air Service (PAS)
Pelita Disebut-sebut Akan Gantikan Garuda (GIAA), Ini Penjelasan Wamen BUMN. (Foto: MNC Media)
Pelita Disebut-sebut Akan Gantikan Garuda (GIAA), Ini Penjelasan Wamen BUMN. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemberian izin penerbangan kepada PT Pelita Air Service (PAS) telah menumbuhkan dugaan perusahaan tersebut akan menggantikan operasi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Kabar itu pun ramai dibahas sejumlah pihak.

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, meluruskan kabar opsi pailit PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan akan digantikan dengan PT Pelita pelita air service (PAS). Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI Selasa 9 November 2021, Tiko sapaan akrab Kartika menyebut, ada kesalahan kutipan sebelumnya.

Menurutnya, dalam proses restrukturisasi utang Garuda Indonesia pihaknya mendorong pengesahan hakim atas persetujuan debitur dan kreditur untuk mengakhiri kepailitan (homologasi). Meski begitu, pemegang saham mewanti-wanti ada resiko pailit.

"Itu ada kesalahan quotation juga di media, kami menyatakan kalau kita masuk proses hukum, yang didorong homologasi, tapi ada risiko pailit. Itu kita harus sebut di awal, kalau nggak saya sebut, saya nggak bener, harus saya sebutkan," ujar Tiko, dikutip Rabu (10/11/2021).

Dalam proses hukum, bila resiko pailit benar terjadi, maka pemegang saham bertanggung jawab atas ketersediaan maskapai penerbangan nasional. Artinya, pemerintah akan meyediakan maskapai lain untuk mengisis kekosongan pesawat.

"Karena itu kita juga harus bertanggung jawab untuk menyiapkan sekoci seandainya ini gagal, pailit harus ada yang kita dorong untuk mengisi kekosongan pesawat ini. Jadi begitu ceritanya Pak. Itu hanya sekoci apabila proses in court-nya tadi tidak mencapai harapan kita," tutur dia. 

Hanya saja, pernyataan opsi pailitnya Garuda dan Pelita sebagai maskapai cadangan dipahami media sebagai kepailitan itu sendiri. 

"Yang ditangkap media seolah langsung pailit. Kemudian ada pertanyaan lain lagi, 'Kalau pailit bagaimana?' Ya kami sampaikan, kita sebagai pemegang saham melihat sektor transportasi udara ini penting ya, kami akan menggunakan Pelita sebagai cadangan," katanya. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD