AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Pembelajaran Tatap Muka di Area Level 2-3, Ini Kata Wagub Jatim Bagi Siswa Belum Vaksin

ECONOMICS
Lukman Hakim
Jum'at, 27 Agustus 2021 13:22 WIB
Wagub memberi pernyataan terkait akan dimulainya PTM wilayah PPKM level 2 dan 3.
Tatap Muka di Area Level 2-3, Ini Kata Wagub Jatim Bagi Siswa Belum Vaksin (Dok.MNC Media)
Tatap Muka di Area Level 2-3, Ini Kata Wagub Jatim Bagi Siswa Belum Vaksin (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) menyatakan tidak menghalangi sekolah di wilayah PPKM level 2 dan 3 untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Bahkan, terkait siswa yang mengikuti PTM wajib sudah vaksin maupun yang belum, akan diserahkan ke pihak sekolah.

“Pemprov tidak menghalangi, tapi Satgas harus penuh kehati-hatian apakah pelajar yang sudah vaksin dulu yang diajak masuk kelas atau nanti akan digelar vaksinasi di sekolah-sekolah, ini kita ingin lihat inovasi dari masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya, Jumat (27/8/2021).

Emil menandaskan, pihaknya akan memaksimalkan vaksinasi pelajar sebagai salah satu proteksi. Kapasitas vaksinasi di Jatim sendiri saat ini sudah mencapai 200.000 per hari secara umum. Pihaknya mempersilahkan pemda setempat untuk memulai PTM seusai rujukan PPKM Level 2 dan 3, termasuk soal vaksinasi pelajar yang harus terus dipacu. "Tentunya vaksniasi berbasis sekolah akan jadi salah satu potensi untuk didorong dalam rangka percepatan dan recovery kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Namun, kata dia, stok vaksin saat ini memang masih terbatas dan pemerintah masih fokus pada pemberian vaksin umum dosis kedua. Setelah stok vaksin dari pemerintah pusat datang ke Jatim, nantinya akan digenjot untuk pemberian dosis pertama kepada masyarakat yang belum menerima. 

"Vaksinasi pelajar di Jatim usia mulai 12 tahun hingga saat ini masih mencapai 265.000 dosis pertama atau baru 7,4 persen dari total sasaran vaksinasi pelajar sebanyak 3,58 juta orang. Ini karena kendala terkait suplai vaksin,” imbuhnya.

Sedangkan untuk vaksinasi guru dan tenaga pengajar, lanjut dia, sudah mencapai 90 persen. Ini karena mereka termasuk dalam kategori petugas publik. Hingga saat ini total vaksinasi petugas publik sudah mencapai 4,8 juta jiwa atau melebihi target semula hanya 2,07 juta jiwa di Jatim.
“Saat ini yang tervaksin 4,8 juta. Artinya definisi petugas publik semakin diperluas dari rencana awal, vaksinasi guru sangat aman, walaupun mungkin ada kendala saat vaksinasi," katanya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD