sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pembiayaan Utang Januari 2026 Capai Rp127,3 Triliun, Turun 17 persen dari Tahun Lalu

Economics editor Anggie Ariesta
23/02/2026 15:38 WIB
Pemerintah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp127,3 triliun hingga 31 Januari 2026.
Pembiayaan Utang Januari 2026 Capai Rp127,3 Triliun, Turun 17 persen dari Tahun Lalu. (Foto: Doc IDXC)
Pembiayaan Utang Januari 2026 Capai Rp127,3 Triliun, Turun 17 persen dari Tahun Lalu. (Foto: Doc IDXC)

IDXChannel – Pemerintah merealisasikan pembiayaan utang sebesar Rp127,3 triliun hingga 31 Januari 2026. Angka tersebut setara 15,3 persen dari total target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp832,2 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan, realisasi pembiayaan pada awal tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari 2025, pembiayaan utang tercatat mencapai Rp153,33 triliun. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 17 persen secara tahunan.

“Dengan disiplin yang adaptif, kami memastikan pembiayaan tetap mendukung stabilitas APBN sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan utang pemerintah,” ujar Juda dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).

Juda menjelaskan, sumber pembiayaan utang masih didominasi oleh penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Kinerja lelang SBN pada awal tahun dinilai masih menunjukkan minat investor yang solid.

Hal ini tercermin dari hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan rata-rata bid to cover ratio sebesar 2,2 kali, meningkat dibandingkan posisi awal 2025 yang sebesar 2,0 kali. Sementara itu, lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) mencatat rata-rata bid to cover ratio 3,8 kali, naik signifikan dari 2,2 kali pada awal tahun lalu.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement