Melimpahnya cadangan beras ini juga menjadi modal pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang akhir tahun, sekaligus mengantisipasi potensi penurunan curah hujan akibat fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Amran menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen agar produksi tetap meningkat dengan harga yang stabil.
"Sesuai perintah Bapak Presiden Prabowo, ini harus kita amankan dan stabilisasi. Strateginya dengan menjaga petani dan peternak kita. Produksi pangan kencang dan harga sama-sama baik sampai di konsumen," kata Amran.
Di sisi lain, Bapanas mencatat realisasi penyaluran CBP melalui Perum Bulog sejak Januari hingga 20 Oktober 2026 telah mencapai 2,84 juta ton. Jumlah tersebut melonjak 217 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 894 ribu ton.
Penyaluran tersebut mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras, bantuan bencana dan keadaan darurat, serta penyaluran untuk golongan anggaran.