Ia menambahkan, pengembangan komoditas ke depan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan pangan dan industri konvensional, tetapi juga diarahkan sebagai sumber bahan baku energi terbarukan yang prospektif.
“Ke depan, sinergi lintas sektor akan terus diperkuat, baik dari sisi hulu, industri pengolahan, hingga kebijakan energi. Tujuannya memastikan kesinambungan pasokan bahan baku serta optimalisasi pengembangan industri bioenergi nasional, termasuk biodiesel dari kelapa sawit dan bioetanol dari tebu,” katanya.
Dengan integrasi dari produksi hingga pengolahan dan pemanfaatan, hilirisasi perkebunan diharapkan menjadi fondasi strategis dalam memperkuat ketahanan energi dan pangan secara simultan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(kunthi fahmar sandy)