"Mudah-mudahan gudang-gudang yang lain juga dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga kapasitas penyimpanan pangan nasional semakin kuat dan mampu mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah secara optimal," katanya.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai revitalisasi gudang Bulog menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas penyimpanan nasional agar mampu menampung hasil panen lebih besar dengan kualitas beras yang tetap terjaga.
"Kami ingin melihat langsung berapa stok beras yang tersedia di Kalimantan Selatan, apakah cukup untuk cadangan beras di daerah ini, sekaligus memastikan kualitas berasnya. Alhamdulillah, beras yang tersimpan paling lama baru sekitar empat bulan, sehingga perputaran stok berjalan dengan baik," ujarnya.
Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah per awal Juli 2026 telah mencapai lebih dari 5,1 juta ton. Sementara itu, stok beras yang dikelola Perum Bulog di Kalimantan Selatan tercatat mencapai 22.317 ton, yang dinilai mencukupi untuk mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.
Penguatan infrastruktur penyimpanan juga mendukung efektivitas berbagai program pangan pemerintah. Hingga akhir Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret di Kalimantan Selatan telah mencapai 7.241 ton beras dan 1,4 juta liter minyak goreng atau terealisasi 100 persen dari pagu yang ditetapkan.