Adapun realisasi penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di provinsi tersebut hingga 1 Juli 2026 telah mencapai 8.337 ton atau sekitar 74 persen dari target 11.266 ton. Di sisi pengadaan, realisasi serapan gabah dan beras mencapai sekitar 8.916 ton atau sekitar 43 persen dari target penugasan sebesar 20.766 ton.
Sebelumnya, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur penyimpanan merupakan solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
"Ini solusi permanen. Jadi tidak ada lagi alasan harga naik. Kita bangun gudang di seluruh Indonesia dengan anggaran sekitar Rp5 triliun. Ini nanti menjadi induknya, yang mensuplai Koperasi Desa Merah Putih, dengan offtaker yang jelas melalui berbagai program pemerintah. Jadi ini satu kesatuan ekosistem pangan nasional," tegas Amran.
Melalui penguatan infrastruktur penyimpanan, revitalisasi gudang Bulog, dan optimalisasi pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga pangan nasional dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.
(Shifa Nurhaliza Putri)