AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Pemerintah Tolong! Sudah Dua Bulan Harga Minyak Goreng Terus Merangkak Naik

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 09 November 2021 16:11 WIB
Harga minyak goreng terus merangkak naik sejak dua bulan terakhir. Kenaikan harga ini berlaku untuk minyak goreng curah maupun kemasan. 
Pemerintah Tolong! Sudah Dua Bulan Harga Minyak Goreng Terus Merangkak Naik (FOTO: MNC Media)
Pemerintah Tolong! Sudah Dua Bulan Harga Minyak Goreng Terus Merangkak Naik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak goreng terus merangkak naik sejak dua bulan terakhir. Kenaikan harga ini berlaku untuk minyak goreng curah maupun kemasan. 

Berdasarkan pantauan dan di Pasar Mini, Tambun Selatan, Bekasi, Selasa (9/11/2021), harga minyak goreng curah yang sebelumnya Rp 16 ribu per kilo gram, kini menjadi Rp 19 ribu. Sementara untuk minyak goreng kemasan, semula Rp 14-15 ribu per liter, naik menjadi Rp 18-19 ribu. 

Salah satu pedagang minyak goreng, Pipit  (30) mengaku keberatan dengan naiknya harga minyak goreng. Ia mengaku, modal yang didapat pun sedikit bahkan dapat dikatakan hanya memutarkan modal saja.

"(Harga minyak goreng naik) bikin sakit hati. Minggu ini jual, tapi minggu depan udah jadi harga modalnya. Selama ini kita jual jadi nggak ada untungnya, cuma muterin modal doang. Kaya minyak goreng curah saja, modalnya Rp17.800. Kita jual per kilonya Rp 19.000, " ungkapnya saat ditemui MPI, Selasa (9/11/2021).

"Udah dua bulan ini naik terus. Naiknya itu pelan-pelan tapi pasti tiap minggu," sambungnya.

Ia pun menuturkan, dengan naiknya harga minyak ini bukan dari sisi pedagang saja yang mengalami imbas, melainkan pembeli pun juga merasakan hal yang sama. 

"Kita semua jadi susah, pedagang susah, pembeli pun juga ikut kesusahan gara-gara harga minyak naik," imbuhnya. 

Pipit berharap, pemerintah dapat berupaya menurunkan harga minyak goreng curah maupun kemasan, agar rakyat kecil tidak berlama-lama kesusahan karena tingginya harga minyak. 

"Selama pandemi ini kan kita susahnya sama-sama, kalau bisa susahnya jangan lama-lama," tukasnya.

Senada, pedagang minyak goreng di pasar yang sama, Tria (27) juga mengeluh harga minyak melambung tinggi. Pasalnya, pembeli yang datang menghampiri tokonya banyak yang komplain dan alhasil mengakibatkan pembeli tidak jadi membeli minyak lantaran tahu bahwa harganya mengalami kenaikan.

"Harga minyak goreng di toko ini naik, baik itu curah maupun kemasan. Pembeli kadang ada yang tidak tahu kalau harga minyak goreng sudah naik. Ketika diberi tahu, mereka tidak percaya, dan ada yang nggak jadi beli karena mahal," terangnya. 

Dia pun membeberkan, untuk harga minyak goreng curah kini menjadi 19 ribu per kilogram, sebelumnya hanya Rp 14 ribu. Sedangkan harga minyak goreng kemasan Rp 19 ribu per liternya. "Selama dua bulan ini terus terusan naik," tambahnya. 

Ia mengaku, selama pandemi omzet yang didapatkan berkurang, ditambah lagi dengan kondisi harga minyak goreng. Tria berharap, situasi ini bisa segera teratasi sehingga harga minyak bisa turun dan tidak memberatkan pedagang maupun pembeli. 

"Semoga harganya bisa cepet turun," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD