"Kalau kita berbicara contoh sederhana, bahan bakunya di luar sudah naik, yang dagang tidak bisa menaikkan harga, mau tidak mau ketersediaan bahan yang dijual bisa menjadi tidak ada. Jadi ini yang menjadi pertimbangan," ujarnya.
Dwi menjelaskan, pemerintah selama ini berupaya menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi agar tidak langsung membebani masyarakat serta menjaga daya beli.
Ia menyebut langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Kalau kita bicara negara-negara di kawasan, tetangga, sudah jauh lebih dulu mengalami penyesuaian harga. Tapi kita tahu pada April kemarin, sesuai arahan Presiden, pemerintah masih mencoba menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat," ungkap Dwi.
Menurutnya, pemerintah juga sempat berdiskusi dengan badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan usaha swasta untuk mempertahankan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, meski tekanan harga minyak dunia terus meningkat.