sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Daya Beli Petani Terjaga, BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 0,15 Persen

Economics editor Tangguh Yudha
03/08/2026 16:55 WIB
Peningkatan NTP Juli 2026 terjadi karena Indeks Harga yang Dibayar (Ib) petani turun lebih dalam dibandingkan Indeks Harga yang Diterima (It).
Daya Beli Petani Terjaga, BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 0,15 Persen. Foto: iNews Media Group.
Daya Beli Petani Terjaga, BPS Catat Nilai Tukar Petani Naik 0,15 Persen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84 atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026. Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani tetap terjaga, seiring penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan peningkatan NTP Juli 2026 terjadi karena Indeks Harga yang Dibayar (Ib) petani turun lebih dalam dibandingkan Indeks Harga yang Diterima (It).

"Nilai Tukar Pertanian pada Juli 2026 tercatat sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026. Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima oleh petani turun 0,10 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani turunnya lebih dalam, yaitu 0,25 persen," kata Ateng dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

Ateng menjelaskan, NTP merupakan indikator yang menggambarkan kemampuan atau daya beli petani. Kenaikan NTP menunjukkan daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun kebutuhan produksi berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan NTP nasional pada Juli 2026 ditopang oleh membaiknya kinerja sejumlah subsektor pertanian. Subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,67 persen, disusul subsektor tanaman pangan yang naik 1,32 persen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement