Pada subsektor tanaman pangan, kenaikan NTP didorong oleh meningkatnya harga padi dan palawija. Sementara itu, pada subsektor perkebunan rakyat, penguatan harga kakao dan kelapa sawit menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan.
Secara kumulatif, kondisi kesejahteraan petani sepanjang tahun juga masih menunjukkan tren yang baik. Pada periode Januari–Juli 2026, NTP nasional tercatat sebesar 126,13, atau meningkat 2,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, sebanyak 26 dari 38 provinsi berhasil mencatat kenaikan NTP pada Juli 2026, dengan Sulawesi Tenggara menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi sebesar 8,89 persen.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan tren positif tersebut merupakan hasil berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Berbagai program yang dijalankan Kementerian Pertanian meliputi peningkatan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di sentra-sentra produksi.