AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Pemulihan Ekonomi China Positif, Harga Batubara Global Menguat Signifikan

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Senin, 14 Juni 2021 16:41 WIB
Faktor pendukung yang mendorong penguatan harga batubara adalah vaksinasi dan pemulihan ekonomi di China.
Faktor pendukung yang mendorong penguatan harga batubara adalah vaksinasi dan pemulihan ekonomi di China. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Head of Corporate Ratings PT PEFINDO, Niken Indriarsih mengatakan harga batu bara global menunjukkan penguatan yang signifikan. Sebelumnya telah mencapai level terendah pada September 2020 di bawah USD50 per metrik ton. Hal ini disebabkan dari spekulasi kenaikan permintaan di China

Niken menuturkan, faktor pendukung lain yang mendorong penguatan harga tersebut adalah dari sisi pemulihan ekonomi di China. Hal ini dilihat dengan produk vaksinasi yang dijalankan kemudian kondisi ekonomi yang jauh lebih baik dibandingkan 2020. 

“Kemajuan yang terjadi di China itu memicu naiknya permintaan. Terutama permintaan meningkat dari sektor rumah tangga,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Senin (14/6/2021). 

Terkait hal tersebut, akan memicu pendapatan dari para pemain disektor batu bara. Niken menerangkan, perlu adanya perhatian lebih rinci lagi dari sisi penjualannya. Apakah banyak diperoleh dari porsi spot atau kontrak.

“Kalau penjualan secara kontrak, harga sudah ditentukan sebelumnya. Sementara porsi spot yang lebih besar bisa diuntungkan dengan potensi kenaikan pendapatan yang lebih besar pada tahun ini. Walaupun tentunya akan ada resiko tambahan pada saat harga batu bara mengalami penurunan,” jelas Niken. 

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkap Indonesia berencana mengurangi penggunaan batu bara hingga 60 persen pada tahun 2050. Hal ini dilakukan untuk menekan dampak krisis iklim dan sebagai upaya mengurangi emisi gas rumah kaca yang berperan besar dalam peningkatan suhu global.

Merujuk pada wacana pemerintah tersebut, Niken menilai hal itu adalah suatu langkah yang baik untuk mengamankan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, kemudian juga untuk mengurangi dampak buruk yang dihasilkan dari industri pertambangan bagi lingkungan.  

Niken memprediksi rencana pemerintah baru dapat terealisasikan dalam jangka panjang, lantaran perlu mempertimbangkan infrastruktur dan kebijakan pendukung. Baginya semua rencana tersebut perlu dipersiapkan dengan baik. “Dan juga dari kontrak yang masih berlaku antara perusahaan listrik negara dengan penyedia listrik pihak ketiga”tambahnya. 

Selanjutnya, Niken menyampaikan bahwa PLN akan mengkaji rencana pemerintah begitu juga kontrak-kontrak tersebut kapan berakhirnya. Dalam hal ini, ia memprediksikan paling cepat sekitar tahun 2030 kontrak berakhir. 

“Sambil menunggu proses berlangsung, dalam jangka panjang PLN akan melakukan pengurangan konsumsi tenaga uap dengan pembangkit listrik yang memakai tenaga terbarukan,”terangnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD