Meski demikian, pemulihan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh pelanggan terdampak kembali mendapatkan pasokan listrik. Ferdy menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, pasokan listrik di wilayah Flores kembali normal sepenuhnya pada 18 Agustus 2026.
Kembalinya pasokan listrik membantu masyarakat memulihkan aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga dan komunikasi hingga layanan kesehatan, posko pengungsian, serta kegiatan ekonomi. Listrik juga menjadi penunjang penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi selama masa tanggap bencana.
Ferdy mengatakan, pemulihan kelistrikan juga perlu memastikan fasilitas vital tetap beroperasi, terutama rumah sakit, bandara, posko bencana, dan tempat pengungsian.
“Di daerah-daerah yang paling parah terdampak gempa, seperti Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo, kelistrikan masih aman dan terkendali. Prioritas pelayanan kelistrikan untuk fasilitas vital, seperti Rumah Sakit Ben Mboi Ruteng, RS Bajawa, posko bencana, bandara, dan tempat pengungsian sangat penting,” ujarnya.
Menurut Ferdy, kemampuan memulihkan infrastruktur kelistrikan dalam waktu singkat di tengah kerusakan dan gempa susulan menunjukkan pentingnya kesiapan sistem serta kecepatan respons dalam menghadapi bencana.
“Pemulihan kelistrikan bukan hanya soal perbaikan infrastruktur. Dalam situasi bencana, listrik memastikan rumah sakit, posko bencana, fasilitas umum, dan aktivitas masyarakat dapat terus berjalan,” kata Ferdy.
(Dhera Arizona)