AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Pengamat Sebut Idealnya PPKM Level 4 Diatur oleh Pemerintah Pusat

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 22 Juli 2021 11:40 WIB
Menurut data Kemenhub, terjadi penurunan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan yaitu antara hingga 86%.
PPKM Darurat (Ilustrasi)

IDXChannel - Pembatasan aktivitas masyarakat dengan aturan yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk masa PPKM Level 4 sampai 25 Juli 2021 jelas untuk lebih membatasi mobilitas warga di sektor esensial maupun kritikal.

Menurut data Kemenhub, terjadi penurunan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan yaitu antara hingga 86%. Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan memang aturan yang dibuat Kemenhub sudah ujung dari proses mobilitas masyarakat yang idealnya diatur juga diawasi dari sisi hulu.

"Idealnya, mengatur di sisi hulunya, yakni dengan mengawasi sejumlah aktivitas yang tidak masuk kategori esensial dan kritikal untuk ditutup sementara waktu. Dengan ditutupnya aktivitas itu akan otomatis pekerjanya tidak akan masuk kantor atau bekerja," kata Djoko Setijowarno saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (22/7/2021).

Pengamat transportasi itu kemudian menjabarkan bahwa ada tahapan orang melakukan mobilitas sesuai dengan aturan perjalanan Kemenhub.

1. Adanya bangkitan dan tarikan perjalanan (trip generation/trip atraction). Bangkitan kalo pagi berasal dari kawasan tempat tinggal dan tarikan dari kawasan perkantoran, pendidikan, perbelanjaan, kawasan indusri, dll.

2. Manusia akan melakukan perjalanan menyebar ke masing-masing tarikan dari bangkitan diatas (trip distribution).

3. Dalam menuju tarikan perjalanan akan menggunakan atau memilih moda atau sarana transportasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu (mode choice).

4. Dalam menggunakan moda atau sarana transportasi akan memilih rute yang dianggap cepat dan murah (trip assigment)

Untuk tahapan mobilitas yang keempat, Djoko menuturkan bahwa orang memilih rute yang dianggap cepat dan murah setelah memilih mode choice, yang artinya kesinambungan dari sisi hilir.

"Nah yang dilakukan dalam aturan itu mengatur tahapan yang ke empat berdasarkan moda pilihan (tahapan ketiga). Dalam arti melakukan pengaturan di sisi hilirnya," pungkas dia. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD