AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Pengamat Sebut Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Sebagai Bentuk Antisipasi

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Senin, 04 Juli 2022 03:30 WIB
Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina tak sepenuhnya membawa misi perdamaian, melainkan upaya antisipasi.
Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina tak sepenuhnya membawa misi perdamaian, melainkan upaya antisipasi.
Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina tak sepenuhnya membawa misi perdamaian, melainkan upaya antisipasi.

IDXChannel - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina tak sepenuhnya membawa misi perdamaian. Melainkan upaya antisipasi pemerintah atau benteng terhadap adanya potensi krisis ekonomi atas embargo negara-negara Eropa pada Rusia.

"Saya kira ini bisa disebut jaga-jaga, kalau jadi krisis ekonomi presiden sudah setidaknya menunjukkan pernah upaya serius yang ditunjukkan pemerintah," kata Djayadi Hanan dalam diskusi Total Politik di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (3/7/2022).

Djayadi menambahkan lawatan Jokowi ke Rusia dan Ukraina sebagai bentuk komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat bahwa sebagian besar negara tengah menghadapi masa sulit mulai dari Pandemi Covid-19 hingga dampak perang Rusia-Ukraina.

"Ini bagian komunikasi publik. Bahwa pandemi segera berakhir atau tampaknya akan berakhir, tapi akibat adanya perang itu, kita menghadapi masalah lebih besar. Kalau anda bandingin, diesel, premium, di outlet luar negeri kan sudah 20 ribuan, di pertamina masih 13 ribuan. Artinya yang paling mahal pun disubsidi," ucapnya.

Lebih lanjut, Djayadi beranggapan kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina bentuk antisipasi bila krisis ekonomi benar terjadi imbas perang kedua negara.

"Ini menunjukkan kita lagi susah kalau nanti ada hal-hal yang negatif, jadi ini semacam 'preparing a soft landing'. Hal-hal itu menajadi perhitungan ke depan," tuturnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD