AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Pengelola Mal Akan Berjuang Agar Anak Diizinkan Masuk Mal

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Rabu, 15 September 2021 09:42 WIB
APPBI akan berjuang agar anak di bawah umur 12 tahun dizinkan masuk ke mal. Pasalnya, keberadaan anak-anak dapat mendorong peningkatan pengunjung.
Pengelola Mal Akan Berjuang Agar Anak Diizinkan Masuk Mal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pengelola mal yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) akan berjuang agar anak di bawah umur 12 tahun dizinkan masuk ke mal. Pasalnya, keberadaan anak-anak dapat mendorong peningkatan pengunjung.

Seperti diketahui, Pemerintah kembali memperpanjang kebijakan PPKM di Jawa-Bali, dan tetap melarang anak di bawah 12 tahun masuk atau mengunjungi mal.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang raya Suwanto mengungkapkan, adanya pembatasan memasuki mal menjadi konsumen yang berniat mengajak anaknya tak bisa. Padahal segmen keluarga biasanya menjadi salah satu andalan pengunjung di mal. Hal ini menjadikan pihaknya bersama asosiasi secara nasional memperjuangkan adanya penghapusan pembatasan pada anak - anak di bawah usia 12 tahun.

"Makanya kami lagi berjuang untuk atas nama asosiasi nasional untuk minta supaya pembatasan tidak diberlakukan, sekarang anak - anak nggak boleh masuk. Karena mal kebanyakan yang keluarganya yang ngajak anak - anaknya untuk main," kata Suwanto kepada wartawan, di Matos Mall, Malang, Jawa Timur, Rabu (15/9/2021).

Sebagai informasi sejumlah pusat perbelanjaan di Malang raya yakni Kota Malang dan Kota Batu mulai diizinkan buka pada 31 Agustus 2021 lalu. Penurunan PPKM ke level tiga membuat mal mendapat kelonggaran buka dengan persyaratan hanya diisi 50 persen dari kapasitas maksimal.

Selain itu, persyaratan menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19 dengan aplikasi peduli lindungi juga menjadi hal utama.

Mall Ditector Matos Fifi Harjianti menambahkan, diterapkannya persyaratan sudah tervaksin menjadikan pengunjung tak bisa membawa anak - anak di bawah umur 12 tahun. Sebab mereka memang belum menjadi target vaksinasi Covid-19.

"Ya memang kita nggak boleh. Kayak kemarin yang nyasar bawa anak - anak kecil tunggu di sini saja karena anak kecil nggak boleh masuk," ujar Fifi saat ditemui awak media pada Rabu pagi (15/9/2021) di Matos Mall, Kota Malang. 

Bahkan Fifi menceritakan ia pun mengajak sang anak yang diajak ibunya berbelanja di mal untuk bermain di luar mal. Mengingat anak tersebut tak bisa masuk mal karena terganjal persyaratan.

"Dia nggak mungkin pakai peduli lindungi ya saya bilang tunggu di sini anak kecilnya, saya ajak lari - lari dan main. Jadi ibunya masuk ke mal belanja, anaknya tunggu di luar," tuturnya.

Diakuinya sejak pembukaan mal di Malang pada 31 Agustus 2021 lalu, sudah ada 10 orang yang tak diizinkan masuk mal. Mayoritas mereka didominasi anak - anak yang dibawa oleh keluarganya.

"Ada paling 10 orang sehari, selama ini (didominasi) anak kecil," katanya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD