Dia menjelaskan, Indonesia memiliki kapasitas produksi listrik yang relatif melimpah sehingga dapat dimanfaatkan untuk menggantikan konsumsi energi berbasis fosil, baik di sektor rumah tangga maupun transportasi.
“Dengan kapasitas listrik yang cukup besar, program elektrifikasi bisa diarahkan untuk menggantikan penggunaan energi yang masih bergantung pada impor, misalnya LPG di rumah tangga atau BBM pada transportasi,” ujarnya.
Sofyano menilai percepatan penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi menekan konsumsi BBM nasional secara signifikan, sekaligus mengurangi tekanan terhadap pasokan energi di dalam negeri.
Selain itu, kata dia, ketersediaan sumber daya batu bara nasional yang masih cukup besar dapat menjadi faktor pendukung dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional apabila terjadi gangguan energi global.