sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pengusaha Mal Ungkap Potensi Lonjakan Harga Barang pada Kuartal IV 2026, Ini Pemicunya

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
31/07/2026 17:30 WIB
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan harga berbagai produk ritel mengalami kenaikan pada kuartal IV-2026.
Pengusaha Mal Ungkap Potensi Lonjakan Harga Barang pada Kuartal IV 2026, Ini Pemicunya. Foto: iNews Media Group.
Pengusaha Mal Ungkap Potensi Lonjakan Harga Barang pada Kuartal IV 2026, Ini Pemicunya. Foto: iNews Media Group.

Menurut Alphonzus, kenaikan biaya produksi akan berdampak pada hampir seluruh kategori produk. Kenaikan biaya logistik dan energi memengaruhi baik produk impor maupun produk yang diproduksi di dalam negeri.

"Kalau barang impor tentu lebih terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Tetapi produk dalam negeri juga akan mengalami tekanan karena biaya energi, logistik, dan bahan bakunya meningkat. Jadi hampir semua kategori produk berpotensi mengalami kenaikan harga," ujarnya.

Meski demikian, Alphonzus menegaskan kenaikan harga merupakan pilihan terakhir bagi pelaku usaha ritel. APPBI berharap pemerintah mampu mengendalikan berbagai faktor yang mendorong kenaikan biaya produksi sebelum memasuki kuartal IV sehingga kenaikan harga barang dapat ditekan.

"Kami berharap pemerintah bisa segera mengatasi situasi ini sehingga kenaikan harga bahan baku, biaya logistik, maupun biaya energi tidak berlanjut. Kalaupun nanti harga barang harus naik, kami berharap kenaikannya tidak signifikan," katanya.

Jika kenaikan biaya tidak dapat dihindari, lanjut Alphonzus, para peritel akan menerapkan berbagai strategi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Langkah yang disiapkan antara lain menggunakan bahan baku alternatif yang lebih murah, menghadirkan produk dengan ukuran kemasan yang lebih kecil, hingga memperbanyak program promosi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement