"Teman-teman peritel akan mencari bahan baku alternatif yang lebih murah, membuat kemasan yang lebih kecil agar harga tetap terjangkau, serta memperkuat program promosi. Tujuannya agar masyarakat, terutama kelompok menengah bawah, tetap bisa membeli kebutuhan mereka meski terjadi penyesuaian harga," tuturnya.
Alphonzus juga menilai pemerintah perlu memprioritaskan upaya menjaga kondisi ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga stabilitas daya beli perlu dijaga.
"Sekitar 57 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu memastikan kondisi dalam negeri tetap kondusif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat agar aktivitas konsumsi tetap terjaga," katanya.
(NIA DEVIYANA)