Sementara itu, di antara merek-merek Jepang kompetitor ASII mencatatkan pertumbuhan penjualan yang cukup solid. Penjualan Mitsubishi Motors meningkat 18 persen YoY, sedangkan Suzuki melonjak 28 persen YoY sepanjang Januari-Februari 2026.
Dari sisi produsen mobil asal China, kinerja penjualan juga menunjukkan tren yang beragam. Penjualan BYD dan Denza melonjak signifikan hingga 195 persen YoY selama dua bulan pertama 2026. Sebaliknya, penjualan Wuling dan Chery masing-masing turun 13 persen dan 14 persen YoY.
Di luar merek-merek utama tersebut, kelompok merek lain yang masuk kategori others justru mencatatkan pertumbuhan penjualan yang sangat tinggi hingga 158 persen YoY. Ini mencerminkan semakin beragamnya pemain di pasar otomotif nasional.
Di segmen kendaraan roda dua, penjualan sepeda motor juga menunjukkan peningkatan meski relatif terbatas. Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor domestik pada Februari 2026 mencapai 587 ribu unit, naik 1 persen YoY dan 2 persen MoM.
Secara kumulatif, penjualan sepeda motor selama dua bulan pertama 2026 mencapai 1,17 juta unit atau meningkat 2 persen YoY. Realisasi tersebut setara dengan sekitar 17,4-18,2 persen dari target penjualan sepeda motor nasional yang dipatok AISI untuk tahun ini.