AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Penuhi Kebutuhan Akhir Tahun, Pemerintah Tambah Pasokan Biodiesel Sebesar 213 Kiloliter

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Rabu, 01 Desember 2021 14:26 WIB
Pemerintah menetapkan tambahan alokasi Biodiesel sebesar 213.033 kiloliter (KL) atau menjadi 9.413.033 KL untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan akhir 2021.
Penuhi Kebutuhan Akhir Tahun, Pemerintah Tambah Pasokan Biodiesel Sebesar 213 Kiloliter
Penuhi Kebutuhan Akhir Tahun, Pemerintah Tambah Pasokan Biodiesel Sebesar 213 Kiloliter

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tambahan alokasi Biodiesel sebesar 213.033 kiloliter (KL) atau menjadi 9.413.033 KL untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan akhir 2021.

Ketetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM No. 149.K/EK.05/DJE/2021, tanggal 30 November 2021 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri ESDM No. 252.K/10/MEM/2021 tentang Penetapan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel serta Alokasi Besaran Volume untuk Pencampuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Periode Januari - Desember 2021.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, aktivitas masyarakat yang terus meningkat menuju kembali pada kondisi normal berdampak pada peningkatan kebutuhan BBM.

Untuk tahun 2021, dari alokasi awal biodiesel sebesar 9,2 juta kL hingga minggu ke-4 bulan November sudah terealisasi sebesar 8,08 juta kL atau 87,9% dari total alokasi.

"Keberhasilan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah telah membuat aktivitas masyarakat berangsur pulih menuju kembali pada kondisi normal. Hal ini juga berdampak pada peningkatan kebutuhan/demand BBM, termasuk solar yang mulai menunjukkan tren meningkat sejak September 2021," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12/2021).

Dadan melanjutkan, program ini menjadi salah satu program prioritas nasional untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mencapai transisi energi bersih, khususnya di sektor transportasi.

Untuk tahun 2022, Kementerian ESDM telah menetapkan alokasi biodiesel untuk tahun 2022 sebesar 10.151.018 kL melalui Keputusan Menteri ESDM No. 150.K/EK.05/DJE/2021, tanggal 30 November 2021 tentang Penetapan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel serta Alokasi Besaran Volume untuk Pencampuran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar Periode Januari - Desember 2022.

"Untuk tahun 2022, berdasarkan realisasi impor minyak solar dan realisasi penyaluran biodiesel tahun 2021, serta asumsi pertumbuhan demand sebesar 5,5%, estimasi demand solar sebesar 33,84 juta KL sehingga kebutuhan alokasi biodiesel di tahun 2022 diestimasikan sebesar 10,1 juta KL," paparnya.

Adapun untuk penyaluran program biodiesel pada tahun 2022 ini akan didukung oleh 22 BU BBM dengan kapasitas terpasang sebesar 15.493.187 KL dan kemampuan produksi tahunan sebesar 13.527.527 KL.

Dadan menambahkan, penyaluran biodiesel tahun 2022 diharapkan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan meminimalkan terjadinya keterlambatan atau gagal supply. Untuk itu telah dilakukan beberapa perbaikan antara lain melalui pembagian alokasi dengan memperhitungkan kinerja BU BBN dalam melakukan penyaluran biodiesel periode 1 November 2020 hingga 31 Oktober tahun 2021.

"Kemudian mengupayakan agar setiap tiap titik serah minimal ada 2 BU BBN yang mensuplai, menyiapkan formula penentuan Ongkos Angkut, pemilihan BU BBN dan BU BBM berdasarkan optimalisasi rute sehingga Ongkos Angkut menjadi efisien, dan membuat aplikasi pengawasan distribusi BBN secara online untuk mempermudah mitigasi jika terjadi potensi B0 di suatu titik serah," jelasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD