AALI
8425
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
730
ADMF
8300
ADMG
168
ADRO
4130
AGAR
294
AGII
2200
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
106
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
185
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1380
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
390
ALTO
163
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.34
-0.36%
-1.93
IHSG
7061.23
-0.22%
-15.40
LQ45
1007.13
-0.35%
-3.55
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Perusahaan Batu Bara Happy, Kenapa?

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 07 Maret 2022 14:22 WIB
Perang antara Rusia dengan Ukraina membuat banyak perusahanaan tambang batu bara senang.
Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Perusahaan Batu Bara Happy, Kenapa? (FOTO: MNC Media)
Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Perusahaan Batu Bara Happy, Kenapa? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Perang antara Rusia dengan Ukraina membuat banyak perusahanaan tambang batu bara senang. Pasalnya, konflik tersebut membuat harga batu bara melambung.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, atau PTBA, Ismail Arsal mengakui perusahaannya menikmati kenaikan harga batu bara akibat gejolak atau peperangan Rusia dan Ukraina. Konflik kedua negara menyebabkan harga batubara dunia meroket hingga USD446 per metrik ton sejak awal Maret 2022. 


Tercatat, saham PTBA yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Senin (7/3/2022) pukul 09.14 WIB menjadi +3,95 persen, ke Rp 3.680/unit. Artinya, saham emiten batu bara pelat merah ini melesat di awal perdagangan pekan ini. 


"Harapannya dengan ada konflik ini (Rusia-Ukraina) PTBA kami ikut menikmati dengan kenaikan harga (batu bara) pada tahun ini," ujar Ismail Arsal dalam konferensi pers, Senin pagi tadi. 


Arsal juga berharap harga batu bara dunia sepanjang tahun ini relatif baik. Hanya saja manajemen belum memiliki proyeksi pasti seiring dengan dinamika politik, sosial, dan ekonomi global yang terus memanas, dampak peperangan. 


Menurutnya, peperangan Rusia dan Ukraina di luar perkiraan PTBA yang menjadi pendorong utama kenaikan harga batu bara sejak awal Maret tahun ini. Dalam perhitungannya, pemulihan ekonomi dunia dan Indonesia menjadi instrumen fundamental utama kenaikan harga komoditas tersebut. 


Di luar peperangan kedua negara Barat itu, manajemen memperkirakan pada 2022 harga batu bara relatif seperti tahun lalu atau berada di kisaran 10 persen -24 persen. Hanya saja, Arsal memandang selama konflik berlangsung, maka kenaikan menjadi sangat jauh atau tinggi. 


"Tahun ini memang dengan adanya gejolak Uni Soviet (Rusia) dan ukraina membuat batu bara menjadi naik. Tadinya kami tidak memperhitungkan ada peperangan atau konflik, kami pikir keadaan ekonomi sudah mulai stabil. kalau di tahun 2021 harganya memang jauh melonjak karena kebutuhan atau demand, bersamaan sehingga supply dan demand, lebih banyak supply berkurang, harganya naik," kata dia. 


PTBA juga tetap menjaga kebutuhan batu bara dalam negeri. Dimana, emiten tetap memasok 25 persen atas domestik market obligation (DMO) yang ditetapkan pemerintah. Di samping itu, manajemen juga terus memanfaatkan peluang ekspor batu bara. 


"Peluang ekspor juga kami tetap manfaatkan, semuanya dengan terukur, karena kontrak kami berdasarkan formula dan kami sudah mulai dari awal-akhir tahun, kami punya kontrak jangka panjang," tutur dia.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD