“Transformasi energi Indonesia membutuhkan sektor transportasi yang mampu beradaptasi secara terukur. KAI memperkuat peran kereta api melalui roadmap biodiesel dari B0 menuju B50, dengan memastikan setiap tahapan berjalan selaras dengan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, dan penurunan emisi,” kata Bobby dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026).
Menurut penilaian Bobby, industri perkeretaapian memegang peranan yang sangat krusial karena berada di pusaran kebutuhan mobilitas publik, kelancaran logistik barang, serta target dekarbonisasi nasional.
Mengingat besarnya volume layanan yang dikelola KAI, setiap kebijakan efisiensi energi yang diambil korporasi diyakini bakal memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan layanan publik sekaligus meningkatkan daya saing logistik di tingkat nasional.
“Kereta api bekerja untuk masyarakat dan ekonomi nasional. Karena itu, transisi energi di KAI harus menghasilkan manfaat yang dapat dihitung mulai dari layanan tetap andal, penggunaan energi semakin efisien, dan kontribusi terhadap keberlanjutan semakin jelas,” kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa perpindahan jenis bahan bakar ini dilaksanakan secara bertahap lewat koordinasi teknis yang intensif bersama pemerintah dan berbagai instansi terkait.