AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Perdebatkan Kripto, Bank Sentral India: Mirip Trading Skema Ponzi

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Rabu, 16 Februari 2022 17:56 WIB
Pejabat tinggi bank sentral India (Reserve Bank of India) telah membandingkan cryptocurrency dengan skema ponzi.
Perdebatkan Kripto, Bank Sentral India: Mirip Trading Skema Ponzi (Dok.MNC Media)
Perdebatkan Kripto, Bank Sentral India: Mirip Trading Skema Ponzi (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Seorang pejabat tinggi bank sentral India (Reserve Bank of India) telah membandingkan cryptocurrency dengan skema ponzi. Pejabat tersebut pun menyarankan larangan langsung dalam kritik paling tajamnya hanya beberapa minggu setelah pemerintah mengusulkan perpajakan atas aset digital virtual dan membuka jalan untuk mengakuinya sebagai alat pembayaran yang sah. 

Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengusulkan pajak pendapatan yang diperoleh dari transfer cryptocurrency dan NFT dalam anggaran federal awal bulan ini

Namun T. Rabi Sankar, Wakil Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Mengatakan kepada audiensi di konferensi perbankan bahwa Cryptocurrency tidak dapat didefinisikan sebagai mata uang, aset, atau komoditas,  mereka tidak memiliki arus kas yang mendasarinya serta mereka tidak memiliki nilai intrinsik yang menyatakan bahwa mereka mirip dengan skema Ponzi dan  bahkan mungkin lebih buruk,” katanya.

Penjualan cryptocurrency dan NFT telah membuat terobosan cepat di India pada tahun lalu meskipun ada ketidak pastian peraturan.

Pasar internet terbesar kedua di dunia telah melihat tingkat adopsi tertinggi kedua untuk investasi cryptocurrency, menurut analisis oleh perusahaan riset Chainalysis.

Pidato Sankar telah memperjelas bahwa RBI tidak mengubah pendiriannya yang telah lama dipegang.

“Sebagai penyimpan nilai, sejauh ini cryptocurrency seperti bitcoin karena telah memberikan pengembalian yang mengesankan, tetapi mempunyai cara kerja seperti tulips di Belanda abad ke-17 serta Cryptocurrency sangat mirip dengan kontrak spekulatif atau perjudian yang bekerja seperti skema Ponzi. Faktanya, telah diperdebatkan bahwa skema asli yang dirancang oleh Charles Ponzi pada tahun 1920 lebih baik daripada cryptocurrency dari perspektif sosial," katanya. 

Menurutnya Cryptocurrency dapat menghancurkan sistem mata uang, otoritas moneter, sistem perbankan.

(IND/Tirta Amelia) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD