AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Perjanjian Resmi Diteken, Jalintim Riau Senilai Rp585,3 M Segera Dibangun

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Senin, 12 April 2021 18:42 WIB
Preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Riau akan segera dibangun.
Perjanjian Resmi Diteken, Jalintim Riau Senilai Rp585,3 M Segera Dibangun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Riau akan segera dibangun. Setelah dilakukan penandatanganan perjanjian proyek Jalintim dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) availability payment (AP).

Perjanjian ditandatangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktur Jenderal Bina Marga selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dan PT Adhi Jalintim Riau sebagai pemenang lelang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, dengan penandatanganan ini diharapkan proyek infrastruktur jalintim Riau ini segera dilakukan. Sehingga proyek ini bisa rampung tepat waktu.

“Selamat bekerja buat PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Jalintim Riau. Kalau selamatnya sudah yang lalu, sekarang selamat bekerja untuk melaksanakan apa yang sudah ditandatangani pada hari ini," ujarnya dalam acara penandatanagan kerja sama KPBU Jalintim Riau, Senin (12/4/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Djoeli Heripoerwanto, mengatakan, preservasi Jalintim Riau merupakan proyek KPBU solicited di bidang jalan di Kementerian PUPR yang diprakasai oleh pemerintah. Proyek jalan non tol ini memakan investasi sebesar Rp585,3 miliar.

Proyek ini memiliki masa konsesi selama 15 tahun. Adapun rinciannya adalah 3 tahun merupakan masa konstruksi dan sisanya 12 tahun merupakan masa layanan. 

Sementara itu, modal untuk kerja sama proyek tersebut menggunakan design, build, operate, finance, maintain, dan transfer (DBOFMT).

“Total investasi proyek ini sebesar Rp585,3 miliar dengan masa kerja sama selama 15 tahun yang terdiri dari 3 tahun masa konstruksi dan 12 tahun masa layanan,” jelasnya. 

Jalan non tol ini memiliki panjang 43 kilometer (km) yang terbagi menjadi tiga ruas. Adapun ketiga ruas tersebut yakni, Jalan Simpang Kayu Ara (Pekanbaru) batas Kabupaten Pelalawan sepanjang 3,6 km, kemudian Jalan Batas Pelalawan-Sei Kijang Mati sepanjang 9,1 km, dan Jalan Sei Kijang Mati-Simpang Lago sepanjang 30,3 km. 

Jalan ini juga termasuk pada perbaikan empat unit jembatan di Jalan Sei Kijang Mati, Simpang Lago sepanjang 60 meter. Dan juga tak lupa yakni pembangunan satu unit fasilitas Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

“Proyek KPBU ini, terdapat 3 ruas jalan yaitu Simpang Kayu Ara 3,6 km atas Kabupaten Pelarawan, Jalan Batas Palarawan Sekijang Mati 9,1 km, dan Sikijang Mati Simpang Lago 30,3 km,” jelasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD