Langkah ini penting untuk menjaga tren positif ekspor kriya yang terus menguat dari tahun ke tahun.
Dalam ajang tersebut, terpilih tiga IKM yang telah melewati proses kurasi ketat untuk menampilkan keunggulan karakter kriya nasional, yaitu Manamu dengan tenun kawat baja khas Sumba Timur, Kampoeng Anyaman melalui produk daun pandan berkelanjutan, serta Koto Batu yang mengusung perhiasan batu mulia alami.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan, partisipasi ini mengusung konsep Create, Connect, Catalyze (3C).
"Fokus utamanya adalah memperluas jejaring kemitraan internasional agar produk lokal mampu naik kelas dan bersaing secara kompetitif di pasar dunia," kata Dickie.
(Sheqilla Sukma)