IDXChannel - Indonesia dan banyak negara mendukung transisi energi demi mewujudkan Net Zero Emission (NZE) atau karbon netral. Bukan tanpa alasan, NZE sendiri sangat penting untuk menurunkan pemanasan global.
Managing Partner dan CEO Management Services YCP Pilar Dieter mengatakan, untuk mewujudkan NZE diperlukan komitmen hingga inovasi teknologi dari berbagai pihak.
"Untuk mencapai target NZE yang kritis, diperlukan perpaduan antara komitmen, kemitraan kolaboratif, dan inovasi teknologi," kata Pilar dalam acara Leaders’ Breakfast dengan tema "Oil and Gas in Indonesia: How Far Along is the Industry on the Net Zero Path?", Kamis (25/7/2024).
Pilar menambahkan, pemerintah di seluruh dunia telah menetapkan NZE yang ambisius. Komitmen dari Pemerintah itu kemudian mendorong sektor swasta dan komunitas bisnis untuk turut membuat komitmen kuat dalam mencapai tujuan tersebut.
"Tidak sedikit juga dari mereka yang menghadapi segala macam hambatan. Mulai dari resistensi politik dan sosial hingga degradasi ekonomi yang mempengaruhi kinerja keuangan mereka, yang menyebabkan komitmen baik dan revisi yang direncanakan tertunda," katanya.
Sementara itu, Partner YCP & Country Manager Indonesia Septian Waluyan mengatakan, banyak pemain minyak dan gas menghadapi tantangan yang signifikan, seperti biaya investasi yang tinggi dan kurangnya pendidikan mengenai perubahan penting ini.
"Kami mendorong semua pemangku kepentingan untuk menjadi bagian dari gerakan perintis ini di Indonesia dan membantu membentuk masa depan energi," kata dia.
Untuk diketahui, industri minyak dan gas Indonesia masih menjadi kontributor signifikan terhadap emisi CO2. Perusahaan minyak dan gas Indonesia memproduksi 658.540 barel minyak per hari (BOPD), yang menyebabkan peningkatan emisi sebesar 13,2% persen, totalnya hampir 330,5 juta metrik ton.
(Nur Ichsan Yuniarto)