AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Pertama Kali Selama 15 Bulan, Jepang Catat Nol Kematian Covid-19

ECONOMICS
Esnoe Faqih Wardhana
Selasa, 09 November 2021 11:35 WIB
Kasus dan kematian Covid-19 telah turun secara dramatis di seluruh Jepang. Hal ini diyakini karena vaksinasi telah meningkat untuk mencakup lebih dari 70%
Pertama Kali Selama 15 Bulan, Jepang Catat Nol Kematian Covid-19 (FOTO:MNC Media)
Pertama Kali Selama 15 Bulan, Jepang Catat Nol Kematian Covid-19 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Keren, untuk pertama kalinya dalam kurun 15 bulan Jepang mencatat nol kematian harian akibat Covid-19

Sebelumnya, sejak 2 Agustus 2020, Jepang selalu mencatatkan kematian harian akibat Covid-19. Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, 3 kematian terakhir akibat Covid-19 tercatat terjadi pada Sabtu (6/11/2021). 

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/11/2021), kasus dan kematian Covid-19 telah turun secara dramatis di seluruh Jepang. Hal ini diyakini karena vaksinasi telah meningkat untuk mencakup lebih dari 70% populasi. 

Infeksi harian baru Covid-19 memuncak pada lebih dari 25.000 kasus selama gelombang Agustus yang didorong oleh varian Delta yang sangat menular. Hingga kini, Jepang mencatatkan lebih dari 18.000 kematian akibat virus ini selama pandemi. 

Untuk mengatasi kemungkinan rebound musim dingin ini, pemerintah Jepang berencana untuk memulai suntikan vaksin booster pada bulan depan. "Pemerintah juga bekerja keras untuk mengamankan perawatan berbasis pil untuk kasus yang lebih ringan guna mengurangi rawat inap," seperti dikutip Selasa. 

Di awal pekan ini, pemerintah Jepang telah melonggarkan pembatasan masuk bagi pelajar asing, pekerja, dan pelancong bisnis jangka pendek yang telah divaksinasi penuh. Kelonggaran juga diberikan pada mereka yang memiliki rencana aktivitas yang dijamin oleh sponsor dan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. 

Karantina mandiri bagi warga negara Jepang dan warga asing juga dipersingkat menjadi tiga hari dari 10 hari sebelumnya. Kasus nasional mulai turun pada bulan September. Para ahli mengaitkan penurunan tersebut, selain karena kemajuan vaksinasi, juga meluasnya pemakaian masker dan penggunaan disinfektan. 

Meski demikian, para ahli memperingatkan agar tidak mengurangi pembatasan terlalu cepat. “Perlu menangkap tanda-tanda awal dari setiap peningkatan kasus dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan tanpa penundaan,” kata Dr. Shigeru Omi, yang mengepalai Panel Virus Corona pemerintah.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD