Menurut Komaria, perpindahan pengguna tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap BBM bersubsidi dan berpotensi menambah beban subsidi pemerintah.
"Kalau pengguna Pertamax itu meningkat secara signifikan, maka ini berpotensi ada lonjakan penggunaan Pertalite yang akan digunakan UMKM juga. Nah jika demand meningkat, maka ada potensi beberapa subsidi meningkat, dan mungkin kuota untuk subsidi-nya juga akan habis," ujar dia.
Lebih lanjut, Komaria menyebut biaya logistik masih menjadi tantangan utama bagi UMKM di Indonesia. Selain biaya operasional dan tenaga kerja, pelaku usaha juga harus menghadapi tingginya biaya distribusi, terutama untuk pengiriman barang ke luar Pulau Jawa.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur dan konektivitas logistik yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sehingga biaya pengiriman ke berbagai daerah menjadi lebih mahal.
"Biaya konektivitas untuk logistik di Indonesia ini tergolong cukup mahal karena infrastruktur yang terbangun memang masih bagus dan terpusat di Pulau Jawa, sehingga distribusi untuk pengiriman kurir ke luar Jawa itu semakin mahal biayanya," kata Komaria.