SAF berbasis minyak jelantah tersebut juga telah digunakan pada penerbangan Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina, untuk rute Jakarta–Bali. Pengembangan ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi energi rendah karbon dapat berangkat dari sumber daya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
SAF Project Commercial PT Pertamina Patra Niaga Ibrahim Akbar mengatakan, konsep pemanfaatan minyak jelantah menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian pengunjung IdeaFest.
“Hari ini saya berkesempatan mempresentasikan program Pertamina yang mengubah minyak jelantah menjadi bahan bakar terbarukan. Saya melihat antusiasme yang sangat besar. Dari semua yang bertanya, semuanya tentang UCO,” kata Ibrahim.
Menurut Ibrahim, karakter pengunjung IdeaFest yang didominasi generasi muda memberikan ruang bagi Pertamina untuk mengenalkan transisi energi dengan cara yang lebih dekat dan relevan. Tidak hanya memahami inovasinya, masyarakat juga dapat mengambil bagian melalui pengumpulan minyak jelantah sebagai bahan baku.