“Harapannya, lebih banyak lapisan masyarakat mengetahui program ini sehingga sumber bahan baku, dalam hal ini minyak jelantah, bisa kita kumpulkan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.
Ibrahim menambahkan, pengembangan ekosistem SAF membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Selain aspek teknologi, tantangan yang perlu dijawab mencakup disparitas harga, mekanisme pengumpulan minyak jelantah, hingga dukungan regulasi.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun rantai pasok UCO yang lebih kuat.
“Harapan konkretnya, semakin banyak yang mengetahui program beli minyak jelantah yang sudah ada saat ini dan semakin besar jumlah atau volume minyak jelantah yang bisa kita kumpulkan,” ujar Ibrahim.
(Dhera Arizona)