Fahrougi mengungkapkan, Pertamina berkomitmen untuk menjaga pasokan LPG yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk sehari-hari. Pertamina pun melakukan berbagai upaya untuk dapat mendistribusikan dengan berbagai moda transportasi (darat, laut dan udara), serta skema jalur alternatif karena beberapa wilayah masih sulit diakses imbas dari jalan rusak dan jembatan yang terputus.
Fahrougi menambahkan, jumlah stok di Aceh masih terjaga dengan baik, namun tantangan yang dihadapi adalah pada proses distribusi yang penuh tantangan pascabencana. Pertamina juga melakukan berbagai inisiatif distribusi ke masyarakat secara langsung, salah satunya dengan Operasi Pasar penyediaan LPG di beberapa wilayah Aceh. Kegiatan ini dilakukan untuk menjangkau seluruh masyarakat dan upaya pemerataan pasokan.
"Kami berharap dengan adanya Operasi Pasar ini, dapat meredakan panic buying di masyarakat, serta mencegah spekulan yang memanfaatkan momentum kritis ini dengan cara yang tidak baik," jelas Fahrougi.
Untuk melakukan pengawasan distribusi, Pertamina terus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, TNI/POLRI serta aparat lainnya, terutama untuk memitigasi penyalahgunaan LPG Subsidi 3 kilogram (KG) karena produk tersebut merupakan barang subsidi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah setempat, TNI/POLRI dan aparat penegak hukum, Bakom RI, Media, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung Pertamina dalam penyediaan energi, serta dukungannya pada program Pertamina dalam mempercepat penanggulangan pascabencana," ungkapnya.
Bila masyarakat menemukan adanya penyalahgunaan LPG 3 kg, lanjutnya Pertamina mengimbau untuk menghubungi Pertamina Contact Centre 135. "Laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan bersama-sama melindungi kebutuhan saudara-saudara kita semua," tutup Fahrougi.
(Shifa Nurhaliza Putri)