AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24735.70
-0.92%
-229.85
N225
27526.75
0.02%
+4.49
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Perusahaan Banyuwangi Ekspor Satu Juta Liter Reduktan Pestisida ke Malaysia

ECONOMICS
Athika Rahma
Selasa, 30 November 2021 15:04 WIB
PT Pandawa Agri Indonesia, perusahaan kimia agri asal Banyuwangi, mengekspor 1 juta liter reduktan pestisida ke Malaysia.
Perusahaan Banyuwangi Ekspor Satu Juta Liter Reduktan Pestisida ke Malaysia (Dok.MNC Media)
Perusahaan Banyuwangi Ekspor Satu Juta Liter Reduktan Pestisida ke Malaysia (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Pandawa Agri Indonesia, perusahaan kimia agri asal Banyuwangi, melepas ekspor 1 juta liter reduktan pestisida ke Malaysia. Pelepasan dilakukan oleh Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan beserta CEO Pandawa Agri Indonesia Kukuh Roxa Putra Hadriyono dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwiyanto di Banyuwangi, Selasa (30/11/2021).

"Tentunya kita bangga atas capaian PT Pandawa Agri Indonesia untuk melakukan ekspor 1 juta liter produk reduktan dan saya sebagai orang Indonesia lebih bangga lagi karena menurut informasi ini satu-satunya di dunia sekarang," ujar Marolop dalam sambutannya.

Lanjutnya, dengan produk yang berkelanjutan, PT Pandawa Agri Indonesia sudah mendapat tempat di pasar global. Marolop yakin perusahaan bisa masuk ke pasar yang lebih baik lagi.

"Pelepasan ekspor ini membuktikan perusahaan di dunia luar sana telah memberikan perhatian cukup besar untuk produk seperti ini," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kukuh menjelaskan bahwa ekspor kali ini merupakan lanjutan dari ekspor perdananya pada Maret silam.

Penggunaan campuran reduktan diklaim bisa mengurangi penggunaan pestisida hingga 50 persen sehingga lebih ramah lingkungan.

"Kita berinovasi membuat reduktan dimana sekarang harga pestisida naik 3 kali lipat. Banyak dunia sekarang ingin menggunakan subsitusi yang lebih ramah lingkungan, jadi ini solusi dari kami," ujar Kukuh. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD