Momen tersebut menjadi titik balik tekad Tika untuk membantu keluarganya. Lulus SMK, Tika memilih tidak melanjutkan kuliah demi meringankan beban orang tua dan adiknya yang masih kecil.
Dia mencari pekerjaan apa pun yang halal, hingga akhirnya pada tahun 2019, dia diterima sebagai Account Officer (AO) Mekaar Panarukan di PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Menjalani peran sebagai AO bukan perkara mudah. Namun bagi Tika, pekerjaannya terasa mulia. Dia memandang setiap nasabah seperti ibunya sendiri, perempuan-perempuan tangguh yang berjuang demi keluarga.
Meski sempat mendapat kekhawatiran dari ayahnya karena harus bekerja di lapangan, doa orang tua mengantarkannya pada kesempatan baru. Tika mengikuti seleksi dan lolos menjadi FAO Bungatan, bekerja di kantor seperti harapan ayahnya.
Dari gaji pertamanya, Tika mampu membeli kendaraan sendiri. Perlahan, ia bisa menabung setiap bulan yang ia berikan kepada ibunya, hingga akhirnya keluarganya mampu membeli sapi.
Puncaknya, pada Desember 2022, tabungan tersebut disepakati keluarga untuk membeli sebuah perahu. Sejak saat itu, ayah Tika tak lagi bergantung pada kapal orang lain.
Kini, perahu tersebut mampu menghidupi hingga 20 hingga 25 pekerja nelayan. Senyum di keluarga kecil Tika kembali merekah.
"Semakin saya memberi, semakin banyak rezeki yang Allah titipkan kembali," kata Tika.