AALI
12325
ABBA
196
ABDA
0
ABMM
3060
ACES
995
ACST
161
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
655
ADMF
8075
ADMG
180
ADRO
3150
AGAR
330
AGII
2010
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
126
AHAP
62
AIMS
232
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
925
AKRA
1005
AKSI
224
ALDO
900
ALKA
302
ALMI
280
ALTO
208
Market Watch
Last updated : 2022/05/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.20
-1.33%
-7.19
IHSG
6840.78
-1.12%
-77.37
LQ45
1002.57
-1.24%
-12.61
HSI
20470.06
-1.19%
-247.18
N225
27001.52
0.98%
+262.49
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,169 / gram

Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Investasi Sunmod Alkes Rp1,3 Triliun

ECONOMICS
Puteranegara
Kamis, 16 Desember 2021 20:35 WIB
Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penipuan investasi suntik modal alkes yang ditaksir Rp1,3 triliun.
Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Investasi Sunmod Alkes Rp1,3 Triliun (FOTO: MNC Media)
Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus Investasi Sunmod Alkes Rp1,3 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Direktorat Tindak Pidana dan Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penipuan investasi suntik modal (Sunmod) alat kesehatan (alkes) yang ditaksir senilai Rp1,3 triliun.

Dir Tipideksus Brigjen Whisnu Hermawan mengungkapkan penetapan tiga tersangka V, D dan A tersebut setelah pihaknya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. 

"Alkes sudah penyidikan. Sudah ada tiga tersangka," kata Whisnu saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Whisnu menyatakan, untuk saat ini satu orang dari tiga tersangka sudah dilakukan penahanan. Sementara, dua orang lainnya masih diburu oleh penyidik Bareskrim Polri. 

"Yang sudah ditahan 1 tersangka, 2 orang tersangka lagi dicari keberadaannya," ujar Whisnu.

Untuk diketahui, para korban yang merasa dirugikan kemarin hari geruduk Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka melaporkan sejumlah pihak yang dianggap melakukan penipuan. 

Sebelumnya diketahui, sejumlah korban investasi suntik modal alat kesehatan yang ditaksir mencapai Rp1,2 triliun mulai melapor ke Polda Metro Jaya. 

Mengutip laman Instagram Big Alpha, Senin (13/12), modus investasi bodong suntik modal berawal dari dana yang disuntik itu digunakan untuk membantu produksi pabrik atau gudang alat kesehatan dalam menyuplai kebutuhan alat kesehatan ke pemerintah langsung.

Kenapa pabrik atau gudang butuh suntikan modal? Karena permintaan dari pemerintah besar, namun baru dibayarkan setelah barang produksi jadi atau sekitar 2 - 4 minggu. Sedangkan saat produksi membutuhkan bahan pokok, tenaga kerja yang harus dibayar dahulu.

Perlu diketahui, suntik modal merupakan nama lain dari investasi. Contoh suntik modal misalnya, seseorang punya modal 1 slot dengan Rp200.000 profit Rp30.000, jadi total yang di dapat Rp230.000, berlaku kelipatan dan cair sesuai tanggal yang sudah ditentukan.

Untuk kelipatan, misalnya seseorang ikut 5 slot, berarti modal 5 x 200,000 = 1.000.000, profit 5 x 30.000 = 150.000 dan berlaku kelipatan jika ingin mengambil 50 slot, 100 slot, tetap dikalikan slot yang diambil. Artinya, bisa cuan 15% dalam 2 - 4 minggu, bahkan berlaku kelipatan modal.

Suntik modal tersebut tidak ada minimal, jadi bebas mau berapapun ambil slot. Modus tersebut juga membolehkan investor menarik modal setelah cair, karena sistemnya tidak mewajibkan untuk ikut slot berikutnya.

Investor suntik modal alkes ini di iming-iming tinggal duduk manis saja. Setelah investasi, tidak perlu jualan juga, karena alat kesehatan ini permintaan pemerintah langsung untuk disebar ke rumah sakit seluruh Indonesia.

Ditekankan juga bahwa suntik modal alkes ini bukan saham yang bisa turun dan naik. Suntik modal ini adalah modal investor kembali dengan keuntungan sesuai tanggal yang sudah disepakati di awal.

Jadi kenapa banyak yang tergiur? Suntik modal alias sunmod ini high risk dan high return dengan tidak ada jaminan sama sekali, yang tertipu jelas karena iming-iming cuan yang besar tadi.

Jika memang dapat proyek dari pemerintah dan butuh dana segar untuk modal kerja (working capital), seseorang bisa saja datang ke bank atau fintech. Invoice pemerintahnya "digadaikan" dan langsung dapat cash saat itu juga, Big Alpha menyebutnya skema 'invoice financing'.

Modus berikutnya pasti ada didepan mata, money game berkedok investasi seolah tidak pernah surut di Indonesia. Suntik modal alkes, kebun kurma, koperasi, investasi tambang pasir, bisnis travel, investasi kebun kayu jati, peternakan sapi, dan masih banyak lagi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD