Dian mengatakan pameran tersebut dirancang sebagai platform terpadu yang mempertemukan sisi pasokan hunian dengan pembiayaan. Selain developer, ekosistem yang terlibat mencakup perbankan Himbara dan perusahaan asuransi BUMN.
"Ini merupakan platform terpadu untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau," ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, Danantara Housing Expo menawarkan sejumlah skema yang ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah. Salah satunya adalah uang muka atau DP mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen untuk tiga tahun pertama, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun.
Selain itu, selama periode pameran terdapat pembebasan biaya administrasi, provisi, dan appraisal untuk skema pembiayaan yang ditawarkan Himbara.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Aris Hartanto mengungkapkan bahwa BRI juga telah mencatat potensi pengajuan KPR sekitar Rp180 miliar menjelang penyelenggaraan pameran.