IDXChannel - Danantara mencatat animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026. Hingga menjelang pelaksanaan pameran, transaksi dalam rangkaian pra-event telah mencapai 880 unit dengan nilai lebih dari Rp500 miliar.
Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate PT Danantara Asset Management, Dian Takdir Badrsyah mengatakan, transaksi tersebut telah tercatat sejak program pra-event diluncurkan pada awal Agustus 2026.
"Dan kita sudah launching sejak awal bulan untuk pra-event-nya dan transaksi kami sudah 880 unit sampai saat ini dan nilai rupiahnya sudah di atas Rp500 miliar," kata Dian dalam konferensi pers Danantara Housing Expo, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan animo masyarakat terhadap penyelenggaraan Danantara Housing Expo cukup baik. Pameran ini akan berlangsung pada 27–30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) BSD.
Danantara Housing Expo akan menghadirkan lebih dari 100.000 unit hunian yang berasal dari pengembang BUMN maupun swasta. Jumlah pengembang yang terlibat mencapai sekitar 130 developer, dengan 12 di antaranya merupakan developer BUMN.
Dian mengatakan pameran tersebut dirancang sebagai platform terpadu yang mempertemukan sisi pasokan hunian dengan pembiayaan. Selain developer, ekosistem yang terlibat mencakup perbankan Himbara dan perusahaan asuransi BUMN.
"Ini merupakan platform terpadu untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau," ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, Danantara Housing Expo menawarkan sejumlah skema yang ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah. Salah satunya adalah uang muka atau DP mulai 1 persen, suku bunga mulai 2,75 persen untuk tiga tahun pertama, serta tenor pembiayaan hingga 30 tahun.
Selain itu, selama periode pameran terdapat pembebasan biaya administrasi, provisi, dan appraisal untuk skema pembiayaan yang ditawarkan Himbara.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Aris Hartanto mengungkapkan bahwa BRI juga telah mencatat potensi pengajuan KPR sekitar Rp180 miliar menjelang penyelenggaraan pameran.
"Awal-awal Agustus ini saya buka saja nih, kalau BRI sekarang sudah masuk Rp180 miliar per hari ini yang sudah menyatakan keinginannya untuk mengajukan KPR di Housing Expo ini," kata Aris.
Dia memperkirakan target pembiayaan dapat mencapai sekitar Rp200 miliar untuk masing-masing bank Himbara. Tujuan utama kolaborasi tersebut bukan semata mengejar target transaksi, melainkan memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mengintegrasikan ekosistem perumahan.
Danantara Housing Expo menyasar berbagai kelompok pembeli, mulai dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), keluarga kelas menengah hingga segmen premium. Untuk segmen MBR, Danantara menyediakan sekitar 49.000 unit hunian yang ditawarkan dan tersebar di Jawa maupun luar Jawa. Sekitar 30 developer juga akan menawarkan produk hunian yang menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Sementara itu, pameran juga menawarkan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD), baik dalam bentuk hunian vertikal maupun landed, yang berada di sejumlah lokasi dekat jaringan transportasi publik.
Danantara menyatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah 3 juta rumah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
(Rahmat Fiansyah)