Presiden menilai kerja sama lintas negara menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan. Karena itu, dia mendorong negara-negara anggota BIMP-EAGA untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan infrastruktur energi hijau, termasuk proyek tenaga air di Kalimantan, pengembangan energi surya di Palawan, serta pemanfaatan energi angin di kawasan pesisir.
"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah membangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar," ujar Prabowo.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek-proyek energi bersih yang dibangun dalam kerja sama subregional ASEAN akan membuka akses listrik yang lebih terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Menurut Bahlil, hasil kerja sama dalam Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC) mencakup proyek interkoneksi jaringan listrik, pengembangan energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, hingga program efisiensi energi dan konservasi energi.