“Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out. We have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” ujar dia.
Prabowo mencontohkan komoditas kelapa sebagai salah satu potensi besar yang belum dimaksimalkan.
“Kelapa saja dianggap miracle crop. Virgin Coconut Oil, itu dianggap anti-cancer. Tapi kita baru punya satu dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan,” katanya.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti paradoks pada komoditas unggulan seperti kopi dan kakao.
“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya coklat terbaik, tapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury. Ya kan? This is what we have to do,” ujar dia.
Prabowo menegaskan, industrialisasi berbasis hilirisasi merupakan satu-satunya jalan untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat ekonomi nasional. “Jadi justru ini jawabannya adalah industrialisasi,” ujar Prabowo.
(Dhera Arizona)