Prabowo menegaskan bahwa data yang dikumpulkan BPS dalam sensus ekonomi tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi yang dilaporkan.
"Data dari sensus ekonomi akan digunakan untuk kita bisa lebih tepat menyusun kebijakan dan anggaran," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, akurasi data penting untuk mengasumsikan Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun depan, pemerintah memproyeksikan PDB sebesar Rp27.987 triliun. Dengan angka PDB yang akurat, pemerintah dapat memproyeksikan defisit lebih akurat pula.
Selain itu, kata Prabowo, data sensus ekonomi juga akan digunakan untuk memperbaharui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan demikian, sensus ekonomi sangat penting untuk memperoleh data yang lebih aktual.
(Rahmat Fiansyah)