sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen Tahun Depan

Economics editor Anggie Ariesta
20/05/2026 11:30 WIB
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.
Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen Tahun Depan (FOTO:Dok Tankap Layar YouTube TV Parlemen)
Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen Tahun Depan (FOTO:Dok Tankap Layar YouTube TV Parlemen)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.

Target optimistis itu tertuang di dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2027 yang dipaparkan langsung oleh Presiden dalam Sidang Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Diap pun menegaskan, target pertumbuhan ini merupakan pijakan awal yang krusial bagi pemerintah dalam merealisasikan janji kampanye politiknya untuk membawa perekonomian nasional meroket di masa mendatang.

"Dengan strategi ekonomi tepat kebijakan fiskal prudent dan berkelanjutan saya yakin ekonomi Indonesia tumbuh 5,8-6 persen menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029," kata Prabowo.

Dia menjelaskan bahwa kehadirannya secara langsung untuk membacakan dokumen KEM-PPKF, mendobrak tradisi yang biasanya diwakili oleh Menteri Keuangan, merupakan bentuk komitmen penuh dan tanggung jawab tertingginya sebagai kepala pemerintahan dalam mengawal arah kebijakan negara di tengah volatilitas global.

"Dalam rangka itulah APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara APBN wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa, APBN adalah alat untuk melindungi rakyat alat memperkokoh dasar-dasar dan sendi ekonomi bangsa," ujar Prabowo.

Sasaran pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah untuk tahun 2027 ini terpantau melompat lebih tinggi jika disandingkan dengan target pertumbuhan yang ditetapkan dalam UU APBN 2026 sebelumnya, yaitu sebesar 5,4 persen.

Akselerasi laju produk domestik bruto tersebut dirancang beriringan dengan indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro lainnya yang disesuaikan secara realistis.

Pemerintah memproyeksikan tingkat inflasi domestik dapat diredam pada jangkar 1,5 persen hingga 3,5 persen, sementara pergerakan nilai tukar Rupiah diestimasikan berada pada rentang Rp16.800 sampai Rp17.500 per Dolar AS.

Di sisi pasar obligasi, tingkat imbal hasil suku bunga SBN tenor 10 tahun diproyeksikan bergerak di angka 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Adapun, untuk sektor ketahanan energi, pemerintah mematok harga minyak mentah Indonesia (ICP) di kisaran USD70 sampai USD95 per barel, dengan target capaian lifting minyak bumi sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi di level 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement