"Itu pengadaan impor, ini bisa saja, kan pembicaraan dengan Rusia antar Presidenn sudah berjalan. Kemudian kita juga impor bisa dari negara lain, Nigeria, Angola dan beberapa negara lain supaya geraknya cepat," katanya.
Dia menambahkan bahwa saat ini pasokan minyak dunia tengah mengalami keterbatasan. Hal ini membawa dampak terhadap Indonesia sebagai importir besar minyak untuk memenuhi permintaan di dalam negeri.
Sebelumnya, Indonesia berencana melakukan impor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel, setara separuh dari kebutuhan minyak nasional dalam setahun. Pengadaan minyak ini dalam rangka pemenuhan dalam negeri, namun juga untuk pemenuhan industri.
(Rahmat Fiansyah)