sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Tunjuk Lemigas Jadi Importir Minyak demi Amankan Pasokan dari Rusia

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
29/05/2026 15:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan kewenangan kepada Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk melakukan impor minyak mentah.
Presiden Prabowo Subianto memberikan kewenangan kepada Lemigas untuk melakukan impor minyak mentah. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)
Presiden Prabowo Subianto memberikan kewenangan kepada Lemigas untuk melakukan impor minyak mentah. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto memberikan kewenangan kepada Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk melakukan impor minyak mentah. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan pasokan minyak dari Rusia dan sejumlah negara Afrika.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, penunjukan Lemigas sebagai importir memiliki dasar hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026, yang mengatur mekanisme tata niaga impor minyak mentah nasional. Dengan aturan baru tersebut, pengadaan impor minyak ke depan tidak dilakukan melalui satu pintu, dalam hal ini PT Pertamina (Persero).

"Ini ada ruang, jadi pengadaan itu melalui BLU (Badan Layanan Umum) di bidang energi. Pengaturan itu juga di dalam Perpres 26, ini sudah diatur," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Yuliot mengatakan, pemberian kewenangan Lemigas selaku BLU di bawah Kementerian ESDM untuk melakukan importasi minyak ini untuk mengamankan pasokan di dalam negeri. Dia mengungkapkan, Pertamina memiliki keterbatasan dalam pengadaan impor minyak dari beberapa negara tertentu karena klausul dalam obligasi perusahaan.

Dengan demikian, Indonesia dapat mengimpor minyak dari negara-negara seperti Rusia tanpa menabrak klausul kontrak kepatuhan finansial Pertamina. Selain Rusia, kata Yuliot, Lemigas juga merambah ke beberapa negara seperti Nigeria dan Angola. 

"Itu pengadaan impor, ini bisa saja, kan pembicaraan dengan Rusia antar Presidenn sudah berjalan. Kemudian kita juga impor bisa dari negara lain, Nigeria, Angola dan beberapa negara lain supaya geraknya cepat," katanya.

Dia menambahkan bahwa saat ini pasokan minyak dunia tengah mengalami keterbatasan. Hal ini membawa dampak terhadap Indonesia sebagai importir besar minyak untuk memenuhi permintaan di dalam negeri. 

Sebelumnya, Indonesia berencana melakukan impor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel, setara separuh dari kebutuhan minyak nasional dalam setahun. Pengadaan minyak ini dalam rangka pemenuhan dalam negeri, namun juga untuk pemenuhan industri.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement