Kesempatan itu, Prabowo memberikan satu contoh investasi yang dilakukan oleh INPEX Corporation melalui anak usahanya, INPEX Masela Ltd., dalam pengelolaan blok gas Abadi Masela di Maluku. Pemerintah sudah mengeluarkan izin sejak 1998, namun setelah 28 tahun berlalu, proyek tersebut baru groundbreaking pada akhir pekan lalu.
Akhirnya, Prabowo mengaku harus menemui langsung bos INPEX di Jepang untuk menanyakan kembali komitmen investasi yang sudah disampaikan sejak 28 tahun lalu.
"Proyek gas abadi Masela 28 tahun mangkrak, saya berangkat ke Tokyo bertemu dengan pimpinan perusahan Jepang, INPEX, saya sampaikan dengan baik dan sopan, 'saudara masih berminat tidak? Kalau saudara tidak berminat saya akan tunjuk perusahaan lain', sopan tapi tegas," kata Prabowo.
"Sebagai bangsa yang ramah, tidak mungkin kita kasih ultimatum kan, itu imbauan (ke INPEX). 'Yang mulia, apakah Jepang berminat, masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi dan devisa'. Setelah itu pulang pulang, kalau Menteri ESDM boleh saya tekan-tekan," ujarnya.
(Dhera Arizona)