AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Produksi Ayam di 2021 Diprediksi Pemerintah Surplus 800 Ribu Ton

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Rabu, 03 Maret 2021 12:22 WIB
Pemerintah memprediksi produksi ayam tahun ini surplus sebanyak 800.000 ton atau kelebihan 25% dari kebutuhan daging ayam nasional.
Produksi Ayam di 2021 Diprediksi Pemerintah Surplus 800 Ribu Ton (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memprediksi produksi ayam tahun ini surplus sebanyak 800.000 ton atau kelebihan 25% dari kebutuhan daging ayam nasional. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding tahun 2000 yang mengalami suplus produksi sebanyak 500.000 ton.

Hal tersebut seperti diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, berdasarkan realisasi, lanjut Wamendag, neraca daging ayam ras menurut Kementan pada 2020, tercatat surplus sekitar 500.000 ton. Sedangkan berdasarkan prognosa kebutuhan daging ayam ras pada 2021, diperkirakan surplus sekitar 800 ribu ton atau sekitar 25 persen dari total kebutuhan.

“Kondisi kelebihan suplai tersebut mempengaruhi turunnya harga ayam hidup di tingkat peternak. Perbandingan harga dengan produksi ayam hidup petani menunjukkan kecenderungan harga akan naik saat volume produksi rendah dan sebaliknya. Data harga ayam hidup dibandingkan surplus bulanan menunjukkan terjadi kelebihan suplai tertinggi pada Februari 2021 berakibat turunnya harga ayam hidup di tingkat peternak,” ungkap Jerry dalam keterangannya, Rabu (3/3/2021).

Untuk itu, pihaknya mendukung kegiatan usaha perunggasan nasional. Tujuannya, agar tercipta iklim usaha yang efektif dan efisien serta dapat lebih berdaya saing. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga daging ayam ras.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Panitia Rembuk Perunggasan Nasional yang telah menyelenggarakan acara ini secara rutin setiap tahun. Dengan diskusi ini, diharapkan dapat memberikan informasi kepada peternak broiler di seluruh Indonesia sehingga produksi perunggasan, khususnya daging ayam ras dalam negeri, dapat berkembang dan lebih berdaya saing,” kata Jerry.

Jerry menyampaikan, berdasarkan data Pinsar Indonesia mengenai perkembangan harga di tingkat peternak (farmgate) dalam lima tahun terakhir, harga ayam hidup cenderung bergerak fluktuatif. Rata-rata harga nasional sepanjang 2021 berkisar antara Rp19.100/kg—Rp19.450/kg.

Harga ini berada di batas bawah harga acuan Permendag Nomor 7 Tahun 2020, yaitu Rp19.000/kg. Sementara, rata-rata harga eceran daging ayam ras pada Februari 2021 sebesar Rp33.300/kg turun 3,2 persen dibanding Januari 2021. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD