Pasokan minyak Arab Saudi tertekan dari dua sisi, dengan meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz yang mengganggu aliran dari Teluk Persia, dan ancaman dari kelompok Houthi Yaman yang menghambat ekspor melalui jalur Laut Merah.
Serangan yang diklaim oleh Houthi memaksa Arab Saudi untuk menghentikan beberapa fasilitas energi di selatan negara itu pada Selasa. Hal tersebut mendorong harga minyak mentah Brent mendekati USD100 per barel di London.
Produksi minyak mentah Arab Saudi anjlok sebesar 1,12 juta bph pada Agustus menjadi 6,98 juta bph level terendah sejak Mei, menurut survei Bloomberg.
Ekspor minyak mentah kerajaan anjlok sepertiga menjadi 3,03 juta bph, menurut data pelacakan kapal tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg, Kpler, dan Vortexa.
Penurunan tersebut sedikit diimbangi oleh peningkatan di Irak—yang menambah 270.000 bph menjadi rata-rata 2,98 juta barel—dan di Venezuela, yang meningkat sebesar 70.000 barel hingga mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir yaitu 1,23 juta bph. (Wahyu Dwi Anggoro)