Dengan beroperasinya jalan tol tersebut, waktu perjalanan diproyeksikan berkurang drastis menjadi sekitar 30 menit sehingga dapat meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat maupun angkutan logistik.
Dalam proses pembangunannya, HKI memanfaatkan sejumlah teknologi konstruksi, seperti Building Information Modeling (BIM), fotogrametri, dan load scanner. Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung perencanaan proyek, pemantauan progres pekerjaan, pengukuran volume material, dokumentasi kondisi lapangan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
Selain pembangunan fisik, HKI juga melibatkan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal sesuai kompetensi, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok kebutuhan proyek, serta penggunaan jasa lokal untuk sejumlah pekerjaan konstruksi.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat setempat guna menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan proyek.
HKI menargetkan pembangunan Tol Betung–Jambi Seksi 1B rampung pada 2027. Kehadiran ruas tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas Sumatra Selatan dan Jambi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah sekitarnya.
(NIA DEVIYANA)