AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22039.11
-0.86%
-190.41
N225
26967.33
0.36%
+96.06
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
870,489 / gram

Proyek IKN dan Hilirisasi Batu Bara Diklaim Banyak Dilirik Investor Global

ECONOMICS
Athika Rahma
Kamis, 26 Mei 2022 09:57 WIB
Bahlil juga menyatakan bahwa minat investasi tidak hanya datang dari Soft Bank, Jepang, dan investor dari Timur Tengah saja. 
Proyek IKN dan Hilirisasi Batu Bara Diklaim Banyak Dilirik Investor Global (foto: MNC Media)
Proyek IKN dan Hilirisasi Batu Bara Diklaim Banyak Dilirik Investor Global (foto: MNC Media)

IDXChannel - Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dan program hilirisasi industri batu bara nasional diklaim menjadi beberapa potensi nasional yang banyak dilirik oleh investor global. Klaim tersebut didasarkan pada hasil pertemuan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dengan para pelaku investasi internasional, saat menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

"Saya ketemu teman-teman di Swiss ini, kami bicara gasifikasi batu bara low calorie menjadi DME (Dimetil Eter)," ujar Bahlil, dalam konferensi pers, Rabu (25/5/2022) malam.
 
Sedangkan terkait proyek pembangunan IKN, Bahlil juga menyatakan bahwa minat investasi tidak hanya datang dari Soft Bank, Jepang, dan investor dari Timur Tengah saja. 

"Jangan ada persepsi IKN ini hanya dinilai (diminati) dari Arab saja, atau Masayoshi Son (CEO Softbank dari Jepang) saja. Jangan ada pikiran gitu. Baik dari Asia, Eropa, juga punya minat berinvestasi di IKN," ungkapnya.

menurut Bahlil, dalam forum WEF pihaknya telah menjelaskan kepada investor bahwa ekspor komoditas yang berkaitan dengan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) memang dilarang. Namun ditegaskannya bahwa pelarangan tersebut bukan dalam rangka menutup aliran investasi, melainkan lebih pada upaya pemerintah dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pasokan untuk pasar dalam negeri. 

"Saya nggak larang investasi EBT di Indonesia. Jadi, silakan (berinvestasi). Tapi kalau urusan ekspor, tidak (boleh), karena itu keputusan pemerintah untuk mengamankan pasokan ke dalam negeri," tegasnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD