Melalui dukungan energi yang terintegrasi dengan proyek hilirisasi bauksit–alumina–aluminium, PTBA menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam mewujudkan transformasi industri nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden, untuk memperkuat kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.
Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral nasional, kata dia, PTBA berperan dalam memastikan ketersediaan sumber energi (Power Solution) untuk memenuhi kebutuhan operasional Smelter Aluminium.
Fasilitas yang telah menjadi penghubung penting dalam rantai pasok pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium secara terintegrasi di Indonesia ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun. Selanjutnya, 1 juta ton alumina itu akan diolah menjadi 600 ribu ton aluminium.
Proyek ini juga akan menjadi motor bagi penciptaaan potensi peningkatan kesempatan kerja lebih dari 65 ribu tenaga kerja. Tidak hanya bagi sektor pertambangan, tetapi juga bagi sektor industri terkait hingga infrastruktur daerah dan UMKM yang masuk dalam rantai ekosistem hilirisasi bauksit-alumina-aluminium ini.